Didirikan oleh Supawi Pawenang. Ia adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Pasca Sarjana Universitas Islam Batik Surakarta, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.Menekuni Filsafat Ekonomi.; Acc. Bank Mandiri Surakarta No.138-00-0689319-7 a.n. Supawi Pawenang; Acc. BPD Jateng Cab. Surakarta No.2-002-11942-5 a.n. Supawi Pawenang
Kontak Person
Phone: 08122624412
BANK
Acc. Bank Mandiri Surakarta No.138-00-0689319-7 a.n. Supawi Pawenang;
Acc. BPD Jateng Cab. Surakarta No.2-002-11942-5 a.n. Supawi Pawenang;
BANK
Acc. Bank Mandiri Surakarta No.138-00-0689319-7 a.n. Supawi Pawenang;
Acc. BPD Jateng Cab. Surakarta No.2-002-11942-5 a.n. Supawi Pawenang;
Tampilkan postingan dengan label akuntansi biaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akuntansi biaya. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 April 2010
Rabu, 10 Maret 2010
BAB I - Akuntansi Biaya
Bab I
Gambaran Akuntansi Biaya
Standar Kompetensi:
Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan memahami ruang lingkup penggunaan akuntansi biaya dan peran pentingnya bagi manajemen.
Materi yang dibahas:
• Ruang Lingkup Akuntansi Biaya
• Pengertian Akuntansi Biaya
• Pentingnya Akuntansi Biaya
• Penerapan Akuntansi Biaya
• Peran Kebijakan Manajemen
• Konsern Manajemen atas Biaya
• Akuntansi Biaya dan Kebijakan Manajemen
Ruang Lingkup Akuntansi Biaya
Akuntansi perusahaan dapat digolongkan menjadi tiga kelompok besar akuntansi, yaitu akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, dan akuntansi biaya. Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang ruang lingkupnya obyeknya ataupun kegunaannya bersifat internal, yaitu dari dan untuk manajemen. Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang ruang lingkup obyeknya (sumber data) berasal dari internal perusahaan dan kegunaannya (laporan keuangan) untuk internal manajemen sendiri ataupun pihak eksternal. Pihak eksternal ini meliputi: pemegang saham, kantor pajak, calon investor, dan lain-lain. Sedangkan akuntansi biaya adalah akuntansi yang secara khusus mencatat semua biaya-biaya yang digunakan dalam menunjang operasionalnya perusahaan. Dengan demikian, akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan khusus yang terkait dengan pencatatan biaya.
...selanjutnya...
Gambaran Akuntansi Biaya
Standar Kompetensi:
Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan memahami ruang lingkup penggunaan akuntansi biaya dan peran pentingnya bagi manajemen.
Materi yang dibahas:
• Ruang Lingkup Akuntansi Biaya
• Pengertian Akuntansi Biaya
• Pentingnya Akuntansi Biaya
• Penerapan Akuntansi Biaya
• Peran Kebijakan Manajemen
• Konsern Manajemen atas Biaya
• Akuntansi Biaya dan Kebijakan Manajemen
Ruang Lingkup Akuntansi Biaya
Akuntansi perusahaan dapat digolongkan menjadi tiga kelompok besar akuntansi, yaitu akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, dan akuntansi biaya. Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang ruang lingkupnya obyeknya ataupun kegunaannya bersifat internal, yaitu dari dan untuk manajemen. Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang ruang lingkup obyeknya (sumber data) berasal dari internal perusahaan dan kegunaannya (laporan keuangan) untuk internal manajemen sendiri ataupun pihak eksternal. Pihak eksternal ini meliputi: pemegang saham, kantor pajak, calon investor, dan lain-lain. Sedangkan akuntansi biaya adalah akuntansi yang secara khusus mencatat semua biaya-biaya yang digunakan dalam menunjang operasionalnya perusahaan. Dengan demikian, akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan khusus yang terkait dengan pencatatan biaya.
...selanjutnya...
Jumat, 27 Juni 2008
Perlakuan Terhadap Selisih Biaya Taksiran
Di dalam akuntansi biaya terdapat bahasan tentang sistem biaya taksiran (estimated cost). Biaya taksiran merupakan salah satu bentuk biaya yang ditentukan di muka sebelum produksi dilakukan atau penyerahan jasa dilakukan. Biaya yang ditaksir meliputi seluruh biaya-biaya yan digunakan untuk menghitung harga pokok produk.
Taksiran, yang berarti prediktif, tentu saja mengandung potensi ketidaktepatan antara apa yang dianggarkan dengan apa yang riil. Ini yang disebut dengan selisih. Selisih ini tentu harus dilakukan perlakuan secara khusus sesuai dengan kaidah-kaidah akuntansi. Selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya taksiran dalam suatu periode akuntansi dapat diperlakukan sebagai berikut:
-ditutup ke rekening harga pokok penjualan atau rekening rugi laba
-dibagikan secara adil kepada produk selesai dalam periode yang bersangkutan, yaitu dibagikan
ke rekening produk jadi dan harga pokok penjualan
-dibagikan secara adil ke reening-rekening: persediaan barang dalam proses, persediaan
produk jadi, dan harga pokok penjualan
-membiarkan selisih-selisih tersebut tetap dalam rekening selisih, sehingga rekening ini
berfungsi sebagai deffered account. Hal ini dilakukan karena ada kemungkinan selisih-selisih
yang terjadi di antara periode akuntansi akan saling menutup (mengkompensasi).
Taksiran, yang berarti prediktif, tentu saja mengandung potensi ketidaktepatan antara apa yang dianggarkan dengan apa yang riil. Ini yang disebut dengan selisih. Selisih ini tentu harus dilakukan perlakuan secara khusus sesuai dengan kaidah-kaidah akuntansi. Selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya taksiran dalam suatu periode akuntansi dapat diperlakukan sebagai berikut:
-ditutup ke rekening harga pokok penjualan atau rekening rugi laba
-dibagikan secara adil kepada produk selesai dalam periode yang bersangkutan, yaitu dibagikan
ke rekening produk jadi dan harga pokok penjualan
-dibagikan secara adil ke reening-rekening: persediaan barang dalam proses, persediaan
produk jadi, dan harga pokok penjualan
-membiarkan selisih-selisih tersebut tetap dalam rekening selisih, sehingga rekening ini
berfungsi sebagai deffered account. Hal ini dilakukan karena ada kemungkinan selisih-selisih
yang terjadi di antara periode akuntansi akan saling menutup (mengkompensasi).
Jumat, 06 Juni 2008
Pentingnya Akuntansi Biaya
Aktivitas pencatatan seluruh pengeluaran biaya tentu saja tidak terbatas pada pencatatan belaka, namun hasil dari pencatatan tersebut dapat digunakan untuk melakukan pengukuran. Pengukuran biaya menjadi sangat penting karena berguna untuk menentukan harga jual suatu produk. Langkah ini mutlak dilakukan oleh perusahaan apapun, karena pada intinya seluruh aktivitas perusahaan adalah berujung pada pencarian laba.
Sebagaimana diketahui, bahwa laba hanya dapat diperoleh apabila total pendapatan (terutama dari penjualan) lebih besar dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Apabila yang terjadi sebaliknya, biaya lebih besar dari pendapatan, maka yang terjadi adalah rugi. Untuk itu, maka biaya bagaimanapun perlu diukur, agar pengendalian biaya dapat dilakukan.
Sebagaimana diketahui, bahwa laba hanya dapat diperoleh apabila total pendapatan (terutama dari penjualan) lebih besar dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Apabila yang terjadi sebaliknya, biaya lebih besar dari pendapatan, maka yang terjadi adalah rugi. Untuk itu, maka biaya bagaimanapun perlu diukur, agar pengendalian biaya dapat dilakukan.
Pengertian Akuntansi Biaya
Pengertian Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya terdiri dari dua unsur kata, yaitu “Akuntansi” dan “biaya”. Untuk memahami pengertian dari Akuntansi Biaya, maka perlu terlebih dulu mengetahui arti dari kedua unsur kata tersebut. Akuntansi selama ini diartikan sebagai seni dan ilmu pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan penginterpretasian dari transaksi-transaksi keuangan. Dalam kaitan dengan Akuntansi Biaya, makna akuntansi ini sebagai pelaku, atau sesuatu yang melakukan aktivitas-aktivitas pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan penginterpretasian dari transaksi-transaksi keuangan. Biaya diartikan sebagai sejumlah harga dari sumberdaya ekonomi yang dikeluarkan baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kaitan dengan Akuntansi Biaya, makna biaya di sini sebagai obyek yang dicatat, diringkas, dilaporkan, dan diinterpretasi.
Dengan pendefinisian akuntansi dan biaya di atas, maka Akuntansi Biaya dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan penginterpretasian dari transaksi-transaksi keuangan yang berkaitan dengan pengeluaran sejumlah harga dari sumberdaya ekonomi baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu.
Akuntansi biaya terdiri dari dua unsur kata, yaitu “Akuntansi” dan “biaya”. Untuk memahami pengertian dari Akuntansi Biaya, maka perlu terlebih dulu mengetahui arti dari kedua unsur kata tersebut. Akuntansi selama ini diartikan sebagai seni dan ilmu pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan penginterpretasian dari transaksi-transaksi keuangan. Dalam kaitan dengan Akuntansi Biaya, makna akuntansi ini sebagai pelaku, atau sesuatu yang melakukan aktivitas-aktivitas pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan penginterpretasian dari transaksi-transaksi keuangan. Biaya diartikan sebagai sejumlah harga dari sumberdaya ekonomi yang dikeluarkan baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kaitan dengan Akuntansi Biaya, makna biaya di sini sebagai obyek yang dicatat, diringkas, dilaporkan, dan diinterpretasi.
Dengan pendefinisian akuntansi dan biaya di atas, maka Akuntansi Biaya dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan penginterpretasian dari transaksi-transaksi keuangan yang berkaitan dengan pengeluaran sejumlah harga dari sumberdaya ekonomi baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu.
Langganan:
Postingan (Atom)
group
- groups.google.com/group/pangelmon-spiritualitas
- pangelmon-spiritualitas@googlegroups.com
Bagaimana pendapat anda tentang tulisan ini
Salam Kenal
kunjungi pula blog http://spiritual-pandrik.blogspot.com/